20.3.25

Hapus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Pengadopsi Mangrove Asal Bogor dan Belanda Adopsi Tujuh Bibit Mangrove di SMC Jateng, Semarang

Semarang - KeMANGI. Tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian hutan mangrove saat ini mulai meningkat, hal ini dikarenakan hutan mangrove dapat menghapus jejak emisi karbon dengan penyimpanan karbonya yang besar. Selain itu, semakin banyak aksi penanaman dan pemantauan mangrove yang gencar diadakan oleh individu dan lembaga sehingga membuat individu atau lembaga tertarik untuk ikut serta dalam aksi ini. (25/2/2025). 

Agape L. Anthoni (Staf Manajer Hubungan Masyarakat dan Lapangan) menyampaikan bahwa masyarakat sudah memiliki kesadaran tentang fungsi dan manfaat ekosistem mangrove bagi wilayah pesisir bahkan seluruh wilayah karena manfaatnya dalam menghapus jejak emisi karbon dengan penyimpanan karbonnya yang terbesar dibandingkan dengan hutan terestrial. Hal ini dapat dilihat dari program Adopsi Mangrove yang selalu meningkat tiap bulannya. 

Pengadopsi yang ikut dalam gerakan pelestarian hutan mangrove dan pengurangan jejak emisi karbon di bumi adalah Federic Alvaro, pengadopsi asal Bogor yang mengadopsi sejumlah empat bibit mangrove, Joep Vanderbroeck, Jan Willem Schenk, dan Knees Van Uden, pengadopsi asal Belanda, yang masing-masing mengadopsi satu bibit yang semuanya berjenis Rhizophora mucronata dalam program Adopsi Mangrove. 

“Tadi pagi, saya telah membantu menanam dan memantaukan tujuh bibit mangrove dari pengadopsi asal Bogor dan Belanda,” kata Agape. “Semoga dengan bibit yang telah ditanam dari pengadopsi dapat tumbuh subur dan mampu membantu menghapus jejak emisi karbon dan memulihkan kondisi pesisir di SMC Jateng, Semarang,” tambahnya. 

Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng) merupakan salah satu lokasi pesisir di Pantai Utara Jawa, Semarang yang gencar dilakukan penanaman dan pemantauan mangrove untuk menjaga dan memulihkan wilayah pesisir serta menghapus jejak emisi karbon. Laju degradasi hutan mangrove yang sangat tinggi dapat mempengaruhi kondisi pesisir menjadi rawan bencana dan melepaskan karbon yang telah lama disimpan sehingga SMC Jateng, Semarang memerlukan penanaman dan pemantauan mangrove guna mengatasi hal tersebut. 

Saat ini, melalui program Adopsi Mangrove yang diinisiasi oleh KeMANGI, bibit mangrove yang berhasil tumbuh sudah mencapai ribuan bibit sehingga dapat ikut serta dalam berkontribusi mengembalikan hutan mangrove SMC Jateng, Semarang dan menghapus jejak emisi karbon di bumi. 

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 - 10.00 WIB ini berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan. (ADM/ARH/ALA/AP).

No comments:

Post a Comment