7.8.25

Rayakan Debut Anniversary dengan Hapus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Klub Penggemar “Girls' Generation (소녀시대; Sonyeo Shidae (SNSD))” Adopsi 20 Bibit Mangrove di SMC Jateng, Semarang

Semarang - KeMANGI. KeMANGI melalui program Adopsi Mangrove-nya kembali sukses melaksanakan penanaman dan pemantauan bibit mangrove di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng). Program Adopsi Mangrove merupakan bagian dari inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) yang diinisiasi oleh KeMANGI untuk mendukung upaya rehabilitasi ekosistem mangrove di Indonesia. (4/8/2025). 

Program Adopsi Mangrove bertujuan membuka kesempatan bagi individu, organisasi, dan kelompok, serta masyarakat yang peduli terhadap rehabilitasi dan konservasi ekosistem mangrove, tetapi terkendala oleh keterbatasan waktu, akses, atau sumber daya untuk berpartisipasi secara langsung di lapangan. Dengan program ini, mereka tetap bisa memberikan kontribusi nyata dalam kegiatan penanaman dan pemantauan bibit mangrove secara berkelanjutan. 

Pemahaman mengenai peran penting ekosistem mangrove semakin luas di kalangan masyarakat, institusi, dan komunitas. Mangrove kini dikenal sebagai ekosistem vital yang memberikan beragam manfaat bagi wilayah pesisir. Selain melindungi pantai dari abrasi, mangrove memiliki fungsi penting dalam menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah cukup besar. Kemampuan penyimpanan karbon mangrove bahkan tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan darat, sehingga menjadi salah satu solusi efektif untuk mengurangi emisi karbon global. 

Seiring waktu, program Adopsi Mangrove menjadi pilihan populer sebagai cara yang berbeda dan berkesan untuk memperingati peristiwa penting, seperti hari kelahiran, peringatan ulang tahun, atau sebagai pemberian hadiah spesial kepada orang-orang yang disayangi. Peningkatan popularitas ini sejalan dengan kesadaran yang lebih tinggi mengenai perlunya berkontribusi pada pelestarian alam. 

Lebih dari sekadar simbol kasih sayang atau perhatian, Adopsi Mangrove juga menjadi ajakan untuk terlibat langsung dalam aksi konservasi. Melalui satu pohon mangrove yang diadopsi, seseorang telah ikut serta dalam pelestarian ekosistem pesisir dan penanggulangan perubahan iklim secara nyata. 

Sebanyak 20 bibit mangrove berjenis Rhizophora mucronata telah diadopsi oleh klub penggemar “Girls' Generation (소녀시대; Sonyeo Shidae (SNSD))”, dalam rangka merayakan debut anniversary yang ke-18. Girls' Generation (소녀시대; Sonyeo Shidae) adalah girlband asal Korea Selatan yang dibentuk oleh S.M. Entertainment pada tahun 2007. Girlband ini juga dikenal dengan nama SNSD atau SoShi (소시), keduanya merupakan singkatan dari nama grup ini dalam bahasa Korea. Grup ini terdiri dari delapan anggota, antara lain Taeyeon, Sunny, Tiffany, Hyoyeon, Yuri, Sooyoung, Yoona, dan Seohyun. 

Kegiatan Adopsi Mangrove dilakukan di SMC Jateng, Semarang. KeMANGI yang diwakili oleh Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan) menyambut baik dan membantu melaksanakan kegiatan tersebut. 

“Selamat debut anniversary kepada Girls’ Generation, kami membantu menanamkan bibit hasil adopsi dari klub penggemar Girls’ Generation sebanyak 20 bibit,” kata Agape. “Kegiatan penanaman mangrove kini semakin populer untuk merayakan momen spesial, seperti debut anniversary groupband kesayangan. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya pelestarian alam semakin berkembang, seiring dengan tren yang menggabungkan aksi positif dengan perayaan khusus tertentu,” tambahnya. 

Dengan menggabungkan rasa kagum terhadap idola dan tanggung jawab terhadap pelestarian ekosistem mangrove, menjadikannya sebuah perayaan yang kaya makna emosional dan memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan. Dengan berpartisipasi, para penggemar dapat menunjukkan dukungan mereka secara lebih berarti dan turut serta dalam mengatasi perubahan iklim. 

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam upaya rehabilitasi dan konservasi ekosistem mangrove. Upaya kecil ini harapannya dapat menjadi bagian yang dapat bermanfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan upaya mitigasi perubahan iklim,” ujar Bambang. “Ekosistem mangrove juga memiliki manfaat sebagai bentuk mitigasi perubahan iklim karena kemampuan penyimpanan karbonnya yang besar dibanding hutan biasa,” jelasnya. 

Keseluruhan kegiatan yang dimulai pada pukul 10.30–11.30 WIB ini berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan. (ADM/ARH/AP).

No comments:

Post a Comment