6.2.26

Pemantauan Mangrove Semarang: Bisa Tebus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Hasil Pemantauan Adopsi Mangrove KeMANGI Januari 2026: Persentase Kelulushidupan Bibit Mangrove Hasil Adopsi Mangrove Pengadopsi Asal Belanda di SMC Jateng, Semarang Capai 100%

Semarang - KeMANGI. KeMANGI kembali sukses melaksanakan kegiatan pemantauan bibit mangrove pada bulan ke-3 setelah penanaman program Adopsi Mangrove. Pemantauan kali ini dilaksanakan untuk bibit yang telah ditanam di bulan Oktober 2025. Kegiatan pemantauan pada program Adopsi Mangrove memiliki kegiatan utama, yaitu monitoring dan evaluasi (monev). (26/1/2026). 

Monev dilakukan untuk mengukur persentase kelulushidupan dan tingkat pertumbuhan bibit mangrove sebagai upaya memastikan keberhasilan penanaman serta terjaganya kualitas pertumbuhan mangrove di lokasi kegiatan. 

Alasan pemantauan dilakukan pada bulan ke-3 pasca penanaman karena pada periode tersebut bibit mangrove umumnya telah melewati tahap adaptasi lingkungan dan fase kritis pertumbuhan awal. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi bibit tetap terpantau sehingga pertumbuhannya dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan. 

Pemantauan kali ini dilakukan oleh Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Anggoro D. B. Saputro (Staf Koordinator Operasional Media). Keduanya memantau bibit mangrove hasil Adopsi Mangrove dari 10 pengadopsi asal Belanda dengan total 22 bibit dengan jenis Rhizophora mucronata

Pengadopsi asal Belanda tersebut, antara lain atas nama Kees van der Sar, Bas van Halen, Mark Wildschut, dan Jan Brandt Wiersma yang mengadopsi masing-masing empat bibit, serta Ernst-Jan Rutjes, Fleurine de Beer, Margreet Theunis, Bjorn Mattijssen, Jasper Tonnissen, dan Jeroen Haans yang mengadopsi satu bibit. 

“Pemantauan yang dilaksanakan pada awal tahun 2026 ini merupakan hasil penanaman tiga bulan yang lalu pada bulan Oktober 2025. Bibit yang dipantau merupakan bibit dari 10 pengadopsi asal Belanda dengan jumlah total 22 bibit,” kata Agape. “Hasil pemantauan menunjukkan bahwa penanaman berhasil tumbuh baik dengan sempurna di mana persentase kelulushidupannya mencapai 100% untuk keseluruhan bibit. Semoga bibit mangrove yang telah dipantau dapat mencapai kelulushidupan yang baik sehingga mampu tumbuh dan berkembang menjadi mangrove kategori pohon yang memberikan manfaat ekologis dan sosial di masa depan,” tambahnya. 

Diharapkan hasil pemantauan yang baik pada awal tahun 2026 ini juga menjadi awal keberhasilan kegiatan konservasi dan rehabilitasi ekosistem mangrove yang telah dan akan dilaksanakan oleh IKAMaT. 

Keberhasilan tersebut juga menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan serta mendukung upaya mitigasi perubahan iklim melalui kolaborasi lintas pihak dalam berbagai program IKAMaT. 

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00–11.00 WIB ini berjalan baik dan lancar yang diakhiri dengan sesi pendokumentasian hasil pemantauan untuk keperluan pelaporan dan evaluasi lebih lanjut. (ADM/ARH/AP).

No comments:

Post a Comment