17.2.26

Penanaman Mangrove Semarang: Apresiasi Sang Idola dengan Tebus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Klub Penggemar “Carmen Hearts2Hearts,” Adopsi 52 Bibit Mangrove di SMC Jateng, Semarang

Semarang – KeMANGI. Dalam rangka memberikan apresiasi kepada idolanya, KeMANGI kembali sukses melaksanakan program Adopsi Mangrove, yaitu program penanaman dan pemantauan bibit mangrove di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng). Program Adopsi Mangrove kali ini dilaksanakan dalam rangka bentuk apresiasi dari klub penggemar kepada sang idola yang telah sukses dan berkarya di dunia tarik suara internasional. Klub penggemar tersebut adalah klub penggemar Carmen Hearts2Hearts. (22/1/2026). 

Adopsi Mangrove merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) dari KeMANGI yang memiliki tujuan membantu individu, lembaga dan masyarakat yang ingin melakukan upaya rehabilitasi mangrove dengan cara menanam dan memantau, namun terkendala oleh waktu, situasi, dan kondisi. 

Selain itu, Adopsi Mangrove juga memiliki tujuan untuk berkontribusi terhadap konservasi lingkungan khususnya ekosistem mangrove, mitigasi perubahan iklim, perlindungan pesisir, dan keberlanjutan ekosistem yang terjaga dan lestari. 

Dalam hal ini, klub penggemar Carmen dari Hearts2Hearts menunjukkan apresiasi dan kecintaan mereka terhadap sang idola dengan cara yang bermakna dan berdampak positif. Bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui kegiatan Adopsi Mangrove yang dilaksanakan bersama KeMANGI. 

Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol dukungan terhadap karier dan pribadi dari Carmen Hearts2Hearts, tetapi juga sekaligus dapat berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove melalui kegiatan rehabilitasi ekosistem pesisir. Hal ini dikarenakan manfaat ekosistem mangrove yang sangat besar bagi lingkungan. 

Selain berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi pantai, tempat hidup keanekaragaman hayati, dan manfaat ekonomi, budaya, serta pendidikan, ekosistem ini juga memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar. Bahkan, mangrove mampu menyimpan karbon tiga hingga lima kali lebih banyak dibandingkan hutan terestrial, menjadikannya solusi potensial dalam memitigasi perubahan iklim dan penebusan jejak emisi karbon di bumi. 

Dalam perkembangannya, program Adopsi Mangrove kini banyak dipilih sebagai cara yang unik dan bermakna untuk merayakan momen penting, seperti ulang tahun, hari jadi, atau sebagai bentuk hadiah istimewa serta apresiasi bagi orang terkasih. Tren ini tumbuh seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya kontribusi terhadap pelestarian lingkungan. 

Sebanyak 52 bibit mangrove berjenis Rhizophora mucronata telah diadopsi oleh klub penggemar Carmen Hearts2Hearts. Nyoman Ayu Carmenita yang secara profesional dikenal sebagai Carmen (Hangul: 카르멘), adalah penyanyi asal Bali, Indonesia. Saat ini, ia merupakan salah satu anggota girlband asal Korea Selatan, Hearts2Hearts yang berada di bawah naungan SM Entertainment. 

Carmen dikenal sebagai idola K-Pop pertama asal Indonesia yang debut di bawah salah satu agensi hiburan “Big 3” di Korea Selatan. Ia juga tercatat sebagai idola wanita kelima asal Indonesia yang berhasil debut di industri K-Pop. Ia memulai masa pelatihannya di SM Entertainment pada tahun 2023. 

KeMANGI diwakili oleh Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), dan Anggoro D. B. Saputro (Staf Koordinator Operasional Media) menyambut baik dan membantu melaksanakan kegiatan tersebut. 

“Pada program Adopsi Mangrove kali ini, kami membantu menanam dan memantaukan 52 bibit mangrove di SMC Jateng, Semarang oleh klub penggemar Carmen Herats2Herats sebagai bentu apresiasi dan kecintaan terhadap idola sekaligus menjadi upaya pelestarian lingkungan,” kata Agape. “Semoga bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan, seiring dengan kesuksesan Carmen Hearts2Hearts dalam kancah internasional. Terakhir, semoga tren ini juga dapat menjadi tren positif yang diikuti masyarakat bahwa apresiasi dan kecintaan pada idola dapat dibarengi dengan pelestarian lingkungan,” tambahnya. 

Keseluruhan kegiatan yang dimulai pada pukul 13.30–15.00 WIB ini berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan. (ADM/ARH/ALA/AP).

No comments:

Post a Comment