9.4.26

Penanaman Mangrove Semarang: Tebus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Aprianty Syahputri Pengadopsi Asal Medan, Adopsi Empat Bibit Mangrove di SMC Jateng, Semarang

Semarang - KeMANGI. Pada masa sekarang, kemudahan berkaitan kegiatan pelestarian lingkungan sudah menjadi hal yang sering dijumpai, di mana setiap orang, kelompok, atau komunitas dapat melaksanakan pelestarian lingkungan secara jarak jauh dan tidak terbatas pada keterlibatan secara langsung di tempat pelaksanaan. Berbagai program pelestarian lingkungan telah menyediakan berbagai pelayanan kepada pelestari lingkungan untuk tetap dapat berkontribusi dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. (1/4/2026). 

Dalam hal ini, setiap individu dapat dengan mudah berpartisipasi menuju lingkungan yang lebih lestari dan mendukung upaya mitigasi dampak perubahan iklim di bumi. Salah satu program yang memberikan kemudahan layanan tersebut adalah Adopsi Mangrove. 

Adopsi Mangrove merupakan program yang memberikan kesempatan kepada individu maupun kelompok untuk berkontribusi dalam pelestarian ekosistem pesisir melalui pengadopsian bibit mangrove. 

Program ini dirancang agar tetap dapat diakses oleh siapa saja, termasuk mereka yang terkendala oleh waktu, situasi, maupun kondisi. 

Hal tersebut kemudian dilaksanakan oleh Aprianty Syahputri yang berpartisipasi sebagai pengadopsi dalam Program Adopsi Mangrove yang diinisiasi oleh KeMANGI. Melalui program ini, Aprianty Syahputri mengadopsi empat bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata dalam upaya berkelanjutan dalam menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove di wilayah pesisir. 

Pada Program Adopsi Mangrove kali ini, KeMANGI diwakili oleh Fitriya A. Setyani (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng). 

“Kali ini, tim KeMANGI kembali melaksanakan salah satu programnya, yakni Adopsi Mangrove, di mana kami melaksanakan kegiatan penanaman dan pemantauan bibit mangrove untuk para pengadopsi. Pengadopsi kali ini ditujukan untuk atas nama Aprianty Syahputri pengadopsi asal Medan,” kata Fitriya. “Sebelumnya KeMANGI mengucapkan terima kasih atas setiap partisipasi yang diberikan oleh para pengadopsi dalam mendukung program rehabilitasi dan konservasi di wilayah pesisir Indonesia. Semoga bibit yang telah ditanam dapat memberikan manfaat bagi lingkungan, bumi, dan masyarakat di sekitarnya,” tambahnya. 

Setiap partisipasi yang diberikan oleh setiap pengadopsi, sangat berarti bagi keberlanjutan ekosistem pesisir, upaya mitigasi dampak perubahan iklim, dan bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya baik secara fisik, ekologi, ekonomi, maupun sosial budaya. 

KeMANGI melalui program Adopsi Mangrove memiliki visi dan misi untuk membangun kembali pesisir Indonesia dengan program rehabilitasi pesisir dan mangrove yang cerdas demi masa depan Indonesia yang lebih baik. 

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00–11.00 WIB ini berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan. (ADM/ARH/FAS/AP).

No comments:

Post a Comment