Hal tersebut mendorong berbagai kalangan dan lapisan masyarakat untuk mendukung upaya rehabilitasi ekosistem mangrove. Dalam hal ini, dukungan tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri, sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi gas rumah kaca.
Oleh karena itu, melalui Program Adopsi Mangrove, KeMANGI mencoba melaksanakan program penebusan jejak emisi karbon di bumi dengan pelaksanaan penanaman dan pemantauan bibit mangrove.
Program ini bertujuan membantu setiap lapisan masyarakat baik dalam negeri dan luar negeri, yaitu individu, lembaga, dan masyarakat yang ingin melakukan upaya rehabilitasi mangrove dengan cara menanam dan memantau bibit mangrove, tetapi terkendala oleh waktu, situasi, dan kondisi.
Adopsi Mangrove dilaksanakan setiap bulannya oleh Tim KeMANGI yang melaksanakan kegiatan tersebut di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng). Pada kegiatan bulan ini, dukungan diberikan oleh pengadopsi mangrove yang berasal dari Belanda.
Partisipasi tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat, termasuk dari tingkat internasional, terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan memitigasi perubahan iklim terus meningkat.
Pengadopsi asal Belanda yang ikut dalam Program Adopsi Mangrove untuk penebusan jejak emisi karbon di bumi adalah Esmee van de Giessen yang mengadopsi satu bibit berjenis Rhizophora mucronata dalam program Adopsi Mangrove Bulan Februari ini.
Dalam pelaksanaannya, KeMANGI diwakili oleh Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Fitriya A. Setyani (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan).
“Pada kesempatan Program Adopsi Mangrove kali ini, saya mewakili Tim KeMANGI melaksanakan kegiatan penanaman dan pemantauan bibit mangrove kapada pengadopsi asal Belanda,” kata Fitriya. “Hal ini menandakan bahwa kesadaran masyarakat semakin mengglobal tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mendukung upaya mitigasi dampak perubahan iklim yang hingga saat ini dampaknya sudah sangat terasa. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung upaya-upaya baik ini,” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung tanggal 10 Februari 2026, mulai pukul 09.00–11.30 WIB ini berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan. (ADM/ARH/FAS/AP).


No comments:
Post a Comment