12.5.26

Penanaman Mangrove Semarang: Kenang Sosok Idola yang Telah Berpulang dengan Tebus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Klub Penggemar Vidi Aldiano, Adopsi 40 Bibit Mangrove di SMC Jateng, Semarang

Semarang - KeMANGI. Dalam rangka melaksanakan upaya rehabilitasi mangrove, KeMANGI melalui Program Adopsi mangrove memberikan kesempatan untuk berbagai pihak ikut serta dalam kegiatan penanaman dan pemantauan bibit mangrove. Program ini merupakan inisiatif program Corporate Social Responsibility (CSR) yang bertujuan membantu inividu, lembaga, dan komunitas yang terkendala oleh waktu, situasi, dan kondisi. (7/5/2026). 

Program ini dilaksanakan di kawasan Semarang Mangrove Center, Jawa Tengah (Jateng), yang telah melaksanakan pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan. Di kawasan ini, kegiatan rehabilitasi, konservasi, dan pemanfaatan ekosistem mangrove berjalan secara beriringan. 

Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem dengan manfaat yang sangat besar karena memiliki berbagai fungsi, mulai dari fungsi fisik, ekologis, ekonomis, hingga sosial budaya. Selain itu, ekosistem mangrove juga termasuk ekosistem karbon biru yang berperan sebagai salah satu penyimpan karbon terbesar. 

Melalui program ini, selain sebagai upaya rehabilitasi mangrove, Adopsi Mangrove juga kerap dijadikan momen spesial untuk merayakan, memberikan hadiah dan doa, maupun sebagai ungkapan rasa syukur. 

Momen Adopsi Mangrove dapat menjadi sebuah kegiatan yang mendalam dan bermakna, tidak sekadar kegiatan menanam bibit mangrove di wilayah pesisir. Perpaduan antara pelestarian ekosistem mangrove dengan momen yang bermakna dan mendalam membuat Program Adopsi Mangrove mulai banyak dilaksanakan oleh berbagai pihak. Tren ini tumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kontribusi terhadap pelestarian lingkungan. 

Hal ini juga yang dilaksanakan oleh klub penggemar Vidi Aldiano, dalam rangka mengenang dan memberikan doa kepada mendiang yang telah berpulang, klub penggemar bersama KeMANGI kemudian melaksanakan Program Adopsi Mangrove. Bibit mangrove yang diadopsi berjumlah 40 bibit dengan jenis Rhizophora mucronata

Vidi Aldiano atau yang memiliki nama lengkap Oxavia Aldiano, lahir pada 29 Maret 1990, merupakan seorang penyanyi dan penulis lagu berkebangsaan Indonesia. Vidi memulai kariernya di industri musik pada 2008 dengan merilis album Pelangi di Malam Hari. Lagu Nuansa Bening dan Status Palsu dari album tersebut mendapat sambutan luas di masyarakat dan membuat namanya semakin dikenal publik. Vidi mengembuskan napas terakhirnya pada 7 Maret 2026 setelah berjuang melawan sakit yang dideritanya selama ini. 

Para penggemar berharap melalui pelaksanaan Adopsi Mangrove atas nama Vidi Aldiano, mangrove-mangrove tersebut dapat terus tumbuh sebagaimana karya dan kebaikan Vidi yang tetap hidup di tengah masyarakat. Mereka juga berharap karya dan kebaikan Vidi dapat terus memberikan manfaat meskipun dirinya telah tiada, sama halnya seperti mangrove yang terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan. 

Penggemar juga berharap momen ini dapat menjadi momen doa bersama agar mendiang Vidi dapat ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan ketabahan. 

Kegiatan Adopsi Mangrove yang dilakukan di SMC Jateng, Semarang diwakili oleh Fitriya A. Setyani (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Anggoro D. B. Saputro (Staf Koordinator Operasional Media) dibantu Hikmah Rezki B. (Mahasiswa Magang), dan Resti A. Triani (Mahasiswa Magang) menyambut baik dan membantu melaksanakan kegiatan tersebut. “Kami ucapkan terima kasih kepada penggemar Vidi Aldiano yang telah berpartisipasi dalam Program Adopsi Mangrove, semoga bibit yang telah ditanam dapat bertumbuh dan bermanfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan bumi,” kata Fitriya. “Doa terbaik untuk mendiang Vidi Aldiano, semoga dapat diberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Vidi dikenal sebagai orang baik oleh semua pihak, semoga kebaikan dan karyanya akan terus memberikan manfaat yang terus mengalir untuk semua orang,” tambahnya. 

Keseluruhan kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00–11.00 WIB ini berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan. (ADM/ARH/FAS/AP).

No comments:

Post a Comment