Hal ini disampaikan oleh oleh Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan) yang menyampaikan bahwa upaya pelestarian ekosistem mangrove oleh berbagai kalangan sudah menjamur, hal ini dikarenakan manfaat ekosistem mangrove yang sangat besar. Hal ini juga dalam rangka mengurangi dampak perubahan iklim sebagai salah satu manfaat ekosistem mangrove, melalui program Adopsi Mangrove.
Adopsi Mangrove merupakan merupakan inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) oleh KeMANGI yang bertujuan untuk mempermudah individu, lembaga, dan masyarakat dalam berkontribusi terhadap pelestarian ekosistem mangrove di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng).
Salah satu yang ikut dalam gerakan pelestarian ekosistem mangrove adalah SD Al Firdaus Surakarta, yaitu sebuah lembaga pendidikan tingkat sekolah dasar yang melaksanakan rangkaian kegiatan eksplorasi dan kreativitas siswa-siswinya dalam menangani tantangan global dengan solusi berkelanjutan.
Hal ini dilaksanakan oleh Exhibition Kelompok 17 2025 SD Al Firdaus Surakarta yang ikut serta dalam Program Adopsi Mangrove dengan jumlah bibit yang diadopsi sejumlah 25 bibit mangrove berjenis Rhizophora mucronata.
Program Adopsi Mangrove kali ini diwakili oleh Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Hikmah Rezki B. (Mahasiswa Magang), dan Resti A. Triani (Mahasiswa Magang).
“Hari ini kami dari Tim KeMANGI membantu proses penanaman dan pemantauan 25 bibit mangrove di SMC Jateng, Semarang kepada SD Al Firdaus Surakarta sebagai salah satu rangkaian kegiatan eksplorasi dan oleh siswa-siswinya dalam menangani tantangan global,” kata Bambang. “KeMANGI mengucapkan terima kasih, semoga bibit yang ditanam dapat bermanfaat dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim melalui penebusan karbon oleh bibit mangrove,” tambahnya.
Sebagai informasi, SMC Jateng, Semarang merupakan salah satu lokasi pesisir di Pantai Utara Jawa yang gencar dilakukan penanaman dan pemantauan mangrove untuk memulihkan wilayah pesisir.
Degradasi ekosistem mangrove yang terjadi memengaruhi kondisi pesisir menjadi rawan bencana sehingga perlu dilaksanakan rehabilitasi dan pelesytarian secara berkelanjutan di wilayah pesisir tersebut.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00–11.00 WIB ini berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan. (ADM/ARH/BJL/AP).
No comments:
Post a Comment