4.5.26

Penanaman Mangrove Semarang: Tebus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Rayyan Sahl Pengadopsi Asal Jakarta Selatan, Adopsi Empat Bibit Mangrove di SMC Jateng, Semarang

Semarang - KeMANGI. Dalam rangka berpartisipasi dalam pelestarian ekosistem mangrove sebagai ekosistem penting di wilayah pesisir dan dalam rangka mendukung peningkatan keanekaragaman hayati, pengadopsi mangrove asal Jakarta Selatan, Rayyan Sahl mengadopsi empat bibit mangrove berjenis Rhizophora mucronata di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng). (22/4/2026). 

Adopsi Mangrove adalah salah satu inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) dari KeMANGI yang memiliki tujuan untuk membantu individu, lembaga, dan masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam rangka pelestarian ekosistem mangrove, tetapi terkendala oleh keterbatasan waktu, situasi, atau kondisi tertentu. 

KeMANGI melalui program Adopsi Mangrove memiliki visi dan misi untuk membangun kembali pesisir Indonesia dengan program rehabilitasi pesisir dan mangrove yang cerdas demi masa depan Indonesia yang lebih baik. 

Ekosistem mangrove memiliki fungsi dan manfaat sebagai ekosistem penting di pesisir, di antaranya ialah sebagai pencegah abrasi dan intrusi air laut serta sebagai habitat berbagai folora dan fauna yang meningkatkan keanekaragaman hayati. 

Selain itu, ekosistem mangrove mampu menyimpan karbon dari atmosfer hingga empat sampai lima kali lipat dibandingkan hutan daratan pada umumnya. Sebagian besar karbon tersebut tersimpan di bawah permukaan tanah, di mana kondisi tanah berlumpur yang jenuh air dan minim oksigen menghambat proses dekomposisi, sehingga karbon dapat terakumulasi dalam jangka waktu yang lama. 

Pada Program Adopsi Mangrove kali ini, Tim KeMANGI diwakili oleh Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Hikmah Rezki B. (Mahasiswa Magang), dan Resti A. Triani (Mahasiswa Magang). 

Kegiatan dilakukan di kawasan SMC Jateng, Semarang sebagai salah satu upaya merehabilitasi kawasan ekosistem mangrove di pesisir Pantai Utara Jawa, secara khusus di pesisir Kota Semarang. 

“Pada hari ini Tim KeMANGI kembali melaksanakan kegiatan penanaman dan pemantauan bibit mangrove di SMC Jateng, Semarang dalam rangka Program Adopsi Mangrove untuk pengadopsi asal Jakarta Selatan atas nama Rayyan Sahl,” kata Bambang. “Sebelumnya kami dari KeMANGI mengucapkan terima kasih kepada para pengadopsi yang mendukung program pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove. Semoga bibit yang telah ditanam dapat memberikan manfaat bagi lingkungan yang berkelanjutan dan masyarakat di sekitarnya serta dapat mengurangi efek dan dampak perubahan iklim yang sekarang sudah kita rasakan,” tambahnya.

Upaya ini juga dilakukan sebagai bentuk kontribusi dalam menekan jejak emisi karbon di atmosfer, sekaligus menjadi salah satu cara untuk mengurangi dampak perubahan iklim yang kini semakin dekat dan telah dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. 

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00–11.00 WIB ini berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan. (ADM/ARH/BJL/AP).

No comments:

Post a Comment