30.6.26

Penanaman Mangrove Semarang: Tebus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Najwa Aura Tiara Artika Pengadopsi Asal Bekasi, Adopsi Empat Bibit Mangrove di SMC Jateng, Semarang

Semarang - KeMANGI. Saat ini, kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan semakin meningkat. Hal ini didorong oleh berbagai dampak kerusakan lingkungan yang memicu efek rumah kaca serta meningkatkan risiko bencana akibat perubahan iklim. Berbagai upaya pelestarian lingkungan pun dilakukan, mulai dari reboisasi hutan, penggunaan bahan yang ramah lingkungan, hingga penanaman mangrove di kawasan pesisir. (4/6/2026). 

Kemudahan dalam berpartisipasi turut mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan. Saat ini, berbagai pihak dapat berkontribusi dengan lebih mudah melalui platform atau yang menyediakan kesempatan atau layanan adopsi tanaman, salah satunya mangrove. 

Salah satu program yang memberikan kemudahan tersebut adalah Program Adopsi Mangrove yang diinisiasi oleh KeMANGI. Melalui program ini, masyarakat dapat berpartisipasi dalam upaya pelestarian lingkungan dengan lebih mudah, khususnya untuk mendukung keberlanjutan ekosistem mangrove.

Adopsi Mangrove merupakan program yang memberikan kesempatan kepada individu maupun kelompok untuk berkontribusi dalam pelestarian ekosistem pesisir melalui pengadopsian bibit mangrove. Program ini dirancang agar tetap dapat diakses oleh siapa saja, termasuk mereka yang terkendala oleh waktu, situasi, maupun kondisi.

Hal tersebut membuat pengadopsi asal Bekasi, atas nama Najwa Aura Tiara Artika melaksanakan Program Adopsi Mangrove. Sebanyak empat bibit dengan jenis Rhizophora mucronata diadopsi untuk kemudian ditanam di kawasan Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng). 

“Saya ikut berpartisipasi dalam Program Adopsi Mangrove sebagai langkah kecil bentuk kepedulian terhadap bumi, agar apa yang ditanam hari ini bisa memberi manfaat untuk banyak kehidupan di masa depan,” kata Najwa. “Semoga bibit yang ditanam juga dapat tumbuh dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan bumi,” tambahnya.

Pada Program Adopsi Mangrove kali ini, KeMANGI diwakili oleh M. Ryan Setiawan (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng).

“Salam Mangrover!, kami dari Tim KeMANGI telah berhasil melaksanakan kegiatan penanaman empat bibit mangrove dari pengadopsi atas nama Najwa Aura Tiara Artika. Kami ucapkan terima kasih atas partisipasi dalam rangka pelestarian lingkungan dan penebusan jejak emisi karbon dengan penanaman mangrove,” ujar Ryan. “Semoga bibit yang ditanam tadi dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat di sekitarnya, lingkungan, dan upaya mengurangi dampak perubahan iklim,” tambahnya. 

Setiap partisipasi yang diberikan oleh setiap pengadopsi, sangat berarti bagi keberlanjutan ekosistem pesisir, upaya mitigasi dampak perubahan iklim, dan bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya baik secara fisik, ekologi, ekonomi, maupun sosial budaya. 

KeMANGI melalui program Adopsi Mangrove memiliki visi dan misi untuk membangun kembali pesisir Indonesia dengan program rehabilitasi pesisir dan mangrove yang cerdas demi masa depan Indonesia yang lebih baik. 

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00–11.00 WIB ini berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan. (ADM/ARH/MRS/AP).

No comments:

Post a Comment