Semarang - KeMANGI. Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem penting di wilayah pesisir, selain ekosistem padang lamun dan terumbu karang. Di dalam ekosistem mangrove hidup berbagai jenis keanekaragaman hayati yang memiliki peran penting dalam membentuk dan menjaga keseimbangan ekosistem tersebut. Oleh karena itu, ekosistem mangrove menjadi salah satu ekosistem yang perlu dijaga kelestariannya. (12/8/2026).
Selain itu, ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang memiliki kemampuan besar dalam menyimpan karbon. Ekosistem mangrove dapat menyimpan karbon tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan terestrial di daratan. Oleh karena itu, menjaga keberadaan dan kelestarian ekosistem mangrove yang masih ada saat ini menjadi hal yang sangat penting.
Pada masa lalu, ekosistem ini mengalami degradasi yang sangat besar dikarenakan alihfungsi lahan yang tidak memperhatikan keberlanjutan wilayah pesisir. Dampak yang ditimbulkan bahkan dapat dirasakan hingga saat ini. Oleh karena itu, ekosistem mangrove pada masa ini diperlukan upaya rehabilitasi guna mengembalikan fungsinya di masa lalu.
Inisiatif Rehabilitasi Mangrove oleh KeMANGI: Program Adopsi Mangrove
Dikarenakan peristiwa di atas, kemudian KeMANGI membuat inisiatif untuk membantu upaya rehabilitasi ekosistem mangrove sekaligus sebagai media kampanye dan edukasi. Inisiatif tersebut diimplementasikan melalui Program Adopsi Mangrove.
Program Adopsi Mangrove merupakan bagian dari inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) yang diinisiasi oleh KeMANGI untuk mendukung upaya rehabilitasi ekosistem mangrove di Indonesia.
Adopsi Mangrove di SMC Jateng, Semarang
Program ini dilaksanakan di wilayah pesisir Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng) sekaligus wilayah Sentra Produk Olahan Mangrove (SPOM) Semarang. Hal ini memungkinkan bagi para pengadopsi berkontribusi pada ekosistem pesisir sekaligus mendukung pengelolaan dan pengolahan mangrove berkelanjutan dari hasil rehabilitasi yang dilaksanakan.
Dalam perkembangannya sebagai bagian dari upaya rehabilitasi dan media kampanye, Adopsi Mangrove bertransformasi menjadi program yang dipilih sebagai cara unik dan bermakna untuk merayakan, memberikan hadiah, ataupun ungkapan rasa syukur, seperti ulang tahun, hari jadi, atau sebagai bentuk hadiah istimewa bagi orang terkasih. Tren ini berkembang seiring meningkatnya kesadaran dari masyarakat luas tentang pentingnya ekosistem mangrove.
Hal ini dilakukan oleh klub penggemar Yesung Super Junior. Di mana sebanyak 12 bibit mangrove berjenis Rhizophora mucronata telah diadopsi oleh klub penggemar Yesung Super Junior sebagai bentuk perayaan ulang tahun sang idola.
Kim Jong-woon, lebih dikenal dengan nama panggungnya Yesung, adalah penyanyi, penulis lagu, aktor, penyiar radio, MC dan presenter televisi asal Korea Selatan. Ia memulai debutnya pada tahun 2005 sebagai anggota Super Junior dan sub-unit nya, Super Junior-K.R.Y (2006), Super Junior-H (2008) dan ikut berpartisipasi dalam proyek SM Entertainment, SM The Ballad (2014). Selain kegiatan grup, ia telah merilis lagu solo untuk berbagai drama televisi dan film, berpartisipasi dalam berbagai drama televisi, film, musikal, dan pembawa acara radio.
Sebagai implementasi rehabilitasi mangrove Program Adopsi Mangrove, kemudian Tim KeMANGI, yaitu M. Ryan Setiawan (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Rena Sagita (S Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), dan Anggoro D. B. Saputro (Staf Koordinator Operasional Media) yang menyambut baik dan membantu melaksanakan kegiatan tersebut.
“Selamat ulang tahun Yesung, terima kasih telah berpartisipasi dalam kegiatan rehabilitasi ekosistem mangrove. Semoga selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam karier dan kehidupan di masa yang akan datang,” kata Ryan. “Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada para penggemar Yesung yang telah berpartisipasi dalam program ini sekaligus memberikan hadiah yang bermakna untuk perayaan ulang tahun idolanya. Semoga bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan bumi,” tambahnya.
Melalui rehabilitasi mangrove, mangrove yang tumbuh harapannya dapat menjadi pelindung bagi wilayah pesisir yang rentan sekaligus sebagai pionir tumbuhnya keanekaragaman hayati di pesisir yang dapat bermanfaat bagi masyarakat serta bagi bumi sebagai ekosistem penyimpan karbon.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa Adopsi Mangrove dapat menjadi bentuk perayaan yang tidak hanya berkesan bagi penggemar dan sang idola, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan pesisir.
Keseluruhan kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00–11.00 WIB ini berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan. (ADM/ARH/MRS/AP).
No comments:
Post a Comment