6.10.26

Penanaman Mangrove Semarang: Rayakan Ulang Tahun Idola dengan Adopsi Mangrove, Klub Penggemar “Chao Yufan CORTIS,” Adopsi 40 Bibit Mangrove di SMC Jateng, Semarang

Semarang - KeMANGI. Dibalik manfaat ekosistem mangrove sebagai pencegah abrasi dan badai laut, ternyata di dalamnya terdapat manfaat yang lebih besar dari hal tersebut. Ekosistem mangrove memiliki karakteristik dan habitat serta pola hidup dan adaptasi yang unik. Hal inilah yang membuat ekosistem ini menjadi ekosistem yang penting di wilayah pesisir. (30/9/2026). 

Ekosistem mangrove ini dikatakan sebagai ekosistem yang penting karena di dalamnya hidup berbagai jenis keanekaragaman hayati yang memiliki peran penting dalam membentuk dan menjaga keseimbangan ekosistem tersebut. Oleh karena itu, ekosistem mangrove menjadi salah satu ekosistem yang perlu dijaga kelestariannya. 

Di dalam ekosistem mangrove, berbagai jenis fauna memanfaatkan kawasan ini untuk menjalankan berbagai tahapan penting dalam siklus hidupnya, mulai dari berkembang biak, mencari makan, hingga menjadi tempat pengasuhan bagi anakan. 

Selain itu, ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang memiliki kemampuan besar dalam menyimpan karbon. Ekosistem mangrove dapat menyimpan karbon tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan terestrial di daratan. Oleh karena itu, menjaga keberadaan dan kelestarian ekosistem mangrove yang masih ada saat ini menjadi hal yang sangat penting. 

Dikarenakan pentingnya ekosistem mangrove dalam kehidupan dan lingkungan, kemudian KeMANGI membuat inisiatif untuk membantu upaya rehabilitasi ekosistem mangrove yang beberapa tahun hingga dekade terakhir mengalami degradasi yang signifikan, program ini juga sekaligus sebagai media kampanye dan edukasi tentang pentingnya ekosistem mangrove. 

Inisiatif tersebut diimplementasikan melalui Program Adopsi Mangrove. Program Adopsi Mangrove merupakan bagian dari inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) yang diinisiasi oleh KeMANGI untuk mendukung upaya rehabilitasi ekosistem mangrove di Indonesia. 

Program ini dilaksanakan di wilayah pesisir Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng) sekaligus wilayah Sentra Produk Olahan Mangrove (SPOM) Semarang. Hal ini memungkinkan bagi para pengadopsi berkontribusi pada ekosistem pesisir sekaligus mendukung pengelolaan dan pengolahan mangrove berkelanjutan dari hasil rehabilitasi yang dilaksanakan. 

Dalam perkembangannya sebagai bagian dari upaya rehabilitasi dan media kampanye, Adopsi Mangrove bertransformasi menjadi program yang dipilih sebagai cara unik dan bermakna untuk merayakan, memberikan hadiah, ataupun ungkapan rasa syukur, seperti ulang tahun, hari jadi, atau sebagai bentuk hadiah istimewa bagi orang terkasih. Tren ini berkembang seiring meningkatnya kesadaran dari masyarakat luas tentang pentingnya ekosistem mangrove. 

Hal tersebut kemudian diwujudkan oleh klub penggemar Chao Yufan dari CORTIS melalui Program Adopsi Mangrove. Sebanyak 40 bibit mangrove jenis Rhizophora mucronata diadopsi sebagai bentuk perayaan ulang tahun sang idola sekaligus wujud kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, momen spesial ulang tahun Chao Yufan tidak hanya dirayakan melalui pemberian hadiah, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang mendukung pelestarian dan pemulihan ekosistem mangrove. 

Chao Yufan atau yang lebih dikenal dengan nama panggung James adalah seorang anggota sekaligus produser dan koreografer dari boy group CORTIS yang berada dibawah naungan BigHit Music. ia lahir pada 14 Oktober 2005 di Hong Kong. Ia menjadi bagian dari proyek pra-debut Trainee A, namun grup tersebut dibubarkan pada tahun 2022 dan James masih memilih untuk tetap bertahan di agensi sembari terus mengasah kemampuannya. 

Sebagai implementasi rehabilitasi mangrove Program Adopsi Mangrove, kemudian Tim KeMANGI, yaitu Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Fitriya A. Setyani (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dibantu Kelompok Ngebruk Lestari (KENARI) menyambut baik dan membantu melaksanakan kegiatan tersebut. 

“Salam Mangrover!, selamat ulang tahun Chao Yufan, semoga diberikan kesuksesan dalam kariernya, kami ucapkan terima kasih juga kepada Chao Yufan dan klub penggemar telah berpartisipasi dalam kegiatan rehabilitasi ekosistem mangrove,” kata Bambang. “Harapannya bibit mangrove yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. Langkah ini juga harapannya dapat menjadi sarana edukasi dan kampanye kepada khalayak luas tentang pentingnya ekosistem mangrove,” tambahnya. 

Partisipasi klub penggemar Chao Yufan dalam Program Adopsi Mangrove menjadi salah satu bentuk perayaan ulang tahun yang diwujudkan melalui aksi nyata bagi lingkungan. Sebanyak 40 bibit Rhizophora mucronata yang diadopsi menjadi bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem mangrove di kawasan SMC Jateng, Semarang. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa dukungan kepada seorang idola dapat diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan manfaat lebih luas bagi lingkungan. 

Setiap bibit yang ditanam diharapkan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sehingga menjadi bagian dari ekosistem mangrove yang mendukung keberlangsungan berbagai jenis flora dan fauna di dalamnya. Seiring pertumbuhannya, mangrove juga diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi kawasan pesisir dan masyarakat di sekitarnya. 

KeMANGI berharap Program Adopsi Mangrove dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat, komunitas, maupun klub penggemar untuk merayakan berbagai momen bermakna melalui aksi yang memberikan manfaat bagi lingkungan. Dengan semakin banyaknya pihak yang terlibat, upaya rehabilitasi mangrove tidak hanya menjadi kegiatan penanaman, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun kepedulian dan kesadaran bersama terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir. 

Keseluruhan kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00–11.00 WIB ini berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan. (ADM/ARH/BJL/AP).

No comments:

Post a Comment