15.6.25

Hapus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Pengadopsi Mangrove Asal Belanda, Selby van Holthe dan Janneke van Wegberg Adopsi Bibit Mangrove di SMC Jateng, Semarang

Semarang - KeMANGI. KeMANGI melalui program Community Social Responsibilty (CSR)-nya, kembali melakukan penanaman dan pemantauan bibit mangrove program Adopsi Mangrove di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng). Pada program Adopsi Mangrove kali ini, pengadopsi berasal dari Belanda. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran terhadap pelestarian ekosistem mangrove telah menjadi perhatian masyarakat di dunia,di dalam kaitannya dengan manfaatnya yang sangat besar. (25/5/2025).

Kesadaran masyarakat, baik di Indonesia maupun di dunia, terhadap pentingnya pelestarian ekosistem mangrove semakin meningkat. Hal ini tidak terlepas dari berbagai peran penting ekosistem mangrove yang sangat besar. Salah satunya dalam menyimpan karbon dalam jumlah besar yang berkontribusi dalam upaya memitigasi perubahan iklim dengan menghapus jejak emisi karbon di bumi.

Rena Sagita (Staf Manajer Hubungan Masyarakat dan Lapangan) menyampaikan bahwa kemampuan ekosistem mangrove dalam menyimpan karbon, tiga hingga lima kali lebih besar apabila dibandingkan dengan hutan di darat. Hal tersebut, menjadikan konservasi mangrove menjadi salah satu upaya paling efektif dalam menghapus dan menebus jejak emisi karbon di bumi.

Kesadaran masyarakat tersebut dapat diwujudkan melalui partisipasi dalam program Adopsi Mangrove. Program ini merupakan inisiatif KeMANGI yang memungkinkan individu, lembaga, dan masyarakat untuk berkontribusi pada pelestarian ekosistem mangrove tanpa harus terlibat langsung di lapangan. Program ini dirancang untuk mereka yang ingin berpartisipasi dalam penanaman dan pemantauan mangrove, tetapi terkendala oleh waktu, lokasi, atau kemampuan fisik. Selain dalam rangka pelestarian ekosistem mangrove, program ini juga memungkinkan dilaksanakan atas dasar tujuan tertentu, seperti perayaan hari-hari bahagia dan hadiah untuk orang terkasih.

Pengadopsi kali ini yang ikut dalam gerakan pelestarian ekosistem mangrove dan penghapusan jejak emisi karbon di bumi adalah Selby van Holthe dan Janneke van Wegberg, pengadopsi asal Belanda yang mengadopsi masing-masing satu bibit yang semuanya berjenis Rhizophora mucronata dalam program Adopsi Mangrove.

“Pagi ini, saya telah membantu menanam dan memantaukan tujuh bibit mangrove dari pengadopsi asal Belanda,” kata Rena. “Semoga dengan bibit yang telah ditanam dari pegadopsi dapat tumbuh subur dan mampu membantu menghapus jejak emisi karbon dan memulihkan kondisi pesisir di SMC Jateng, Semarang,” tambahnya.

KeMANGI juga telah menjalin kerja sama dengan sebuah yayasan asal Belanda yang memiliki platform bernama Mangrovedopsi. Mangrovedopsi merupakan platform yang didedikasikan untuk merestorasi dan melindungi ekosistem mangrove, serta meningkatkan kesadaran akan peran penting mangrove dalam perlindungan pesisir, keanekaragaman hayati, dan ketahanan iklim. Yayasan ini merupakan inisiatif dari seorang mahasiswi asal Belanda bernama Demi Klerx yang memiliki komitmen tinggi terhadap pelestarian lingkungan. Kini, Mangrovedopsi telah berkembang menjadi sebuah platform yang berfokus pada program adopsi mangrove dan restorasi ekosistem. 

Saat ini, melalui program Adopsi Mangrove yang diinisiasi oleh KeMANGI, bibit mangrove yang berhasil tumbuh sudah mencapai ribuan bibit sehingga dapat ikut serta dalam berkontribusi mengembalikan hutan mangrove SMC Jateng, Semarang dan menghapus jejak emisi karbon di bumi. 

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00–10.00 WIB ini berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan. (ADM/ARH/RS/AP).

No comments:

Post a Comment