16.7.25

Bisa Hapus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Hasil Pemantauan Adopsi Mangrove KeMANGI Juni 2025: Persentase Kelulushidupan Bibit Mangrove Hasil Adopsi Mangrove Pengadopsi Asal Belanda di SMC Jateng, Semarang Capai 100%

Semarang - KeMANGI. Setelah tiga bulan dilaksanakan penanaman bibit mangrove program Adopsi Mangrove, selanjutnya dilaksanakan pemantauan mangrove, yaitu monitoring dan evaluasi (monev) untuk mengetahui persentase kelulushidupan dan pertumbuhan bibit mangrove. Hal ini dilakukan guna memantau dan menjaga persentase kelulushidupan bibit mangrove memiliki nilai yang tinggi. (19/6/2025).

Pemantauan kali ini dilakukan oleh Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) yang memantau bibit dari pengadopsi atas nama Desi van Dijk, Ella Verver, Marleen Wegereef, dan Jeroen Luigjes, pengadopsi asal Belanda yang mengadopsi masing-masing satu bibit mangrove berjenis Rhizophora mucronata

“Hari ini kami memantaukan bibit mangrove hasil program Adopsi Mangrove yang telah ditanam di bulan Maret 2025,” kata Agape. “Setelah tiga bulan penanaman bibit mangrove, akan dilaksanakan pemantauan bibit mangrove dan dilakukan evaluasi terhadap hasil yang didapatkan. Bibit mangrove yang dipantau kali ini Desi van Dijk, Ella Verver, Marleen Wegereef, dan Jeroen Luigjes, pengadopsi asal Belanda yang mengadopsi masing-masing satu bibit mangrove,” tambahnya. 

Hasil monev menunjukkan bahwa bibit mangrove memiliki persentase kelulushidupan sempurna, yakni 100% dengan persentase pertumbuhan yang signifikan diantaranya masing-masing mencapai 30,00%; 39,02%; 30,23%; dan 14,63% dari tinggi bibit tiga bulan yang lalu. 

“Pemantauan yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang sempurna dengan kelulushidupan 100% dengan persentase pertumbuhan yang signifikan dari tinggi pada saat penanaman,” kata Agape. “Harapannya, mangrove yang ditanam melalui program Adopsi Mangrove sejak awal hingga saat ini dapat berkontribusi dalam memulihkan ekosistem pesisir di Kota Semarang. Selain itu, mangrove memiliki kemampuan menyimpan karbon hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan daratan, menjadikannya sebagai salah satu solusi paling efektif dalam upaya menghapus jejak emisi karbon,” jelasnya. 

Mangrove memiliki kemampuan luar biasa dalam menyimpan karbon, terutama melalui biomassa dan substratnya yang kaya bahan organik. Substrat mangrove yang bersifat anaerobik memungkinkan akumulasi karbon dalam jumlah besar dan tahan lama. Sebagian besar karbon disimpan dalam sedimen menjadikan mangrove bagian penting dari ekosistem karbon biru. 

Dibandingkan dengan hutan daratan, mangrove mampu menyimpan karbon dalam jumlah yang lebih besar. Oleh karena itu, upaya konservasi mangrove sangat penting dan strategis dalam mendukung upaya penhapusan jejak emisi karbon. 

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00–11.00 WIB ini berjalan baik dan lancar yang diakhiri dengan sesi pendokumentasian hasil pemantauan untuk keperluan pelaporan dan evaluasi lebih lanjut. (ADM/ARH/AP).

No comments:

Post a Comment