16.7.25

Bisa Hapus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Hasil Pemantauan Adopsi Mangrove KeMANGI Juni 2025: Persentase Kelulushidupan Bibit Mangrove Hasil Adopsi Mangrove Pengadopsi Klub Penggemar “Huang Renjun & RenFs @hrjonly1” di SMC Jateng, Semarang Capai 96,43%

Semarang - KeMANGI. Setelah tiga bulan dilaksanakan penanaman bibit mangrove program Adopsi Mangrove, selanjutnya dilaksanakan pemantauan mangrove, yaitu monitoring dan evaluasi (monev) untuk mengetahui persentase kelulushidupan dan pertumbuhan bibit mangrove. Hal ini dilakukan guna memantau dan menjaga persentase kelulushidupan bibit mangrove memiliki nilai yang tinggi. (6/6/2025).

Pemantauan kali ini dilakukan oleh Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan) di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng) yang memantau bibit dari klub penggemar “Huang Renjun & RenFs @hrjonly1” yang mengadopsi 28 bibit mangrove berjenis Rhizophora mucronata

“Hari ini, kami memantaukan bibit mangrove hasil program Adopsi Mangrove yang telah ditanam di bulan Maret 2025,” kata Agape. “Setelah melalui masa kritis bibit mangrove, akan dilaksanakan pemantauan bibit mangrove dan dilakukan evaluasi terhadap hasil yang didapatkan. Bibit mangrove yang dipantau kali ini atas nama Huang Renjun, diadopsi oleh klub penggemarnya berjumlah 28 bibit mangrove,” tambahnya. 

Hasil monev kali ini, menunjukkan bahwa bibit mangrove memiliki persentase kelulushidupan hampir sempurna, yakni 96,43% dengan persentase pertumbuhan yang signifikan mencapai 44,19% dari tinggi bibit tiga bulan yang lalu. 

“Hasil pemantauan bibit mangrove hasil Adopsi Mangrove oleh klub penggemar Huang Renjun memiliki persentase kelulushidupan yang hampir sempurna, yaitu sebesar 96,43% dan pertumbuhan tinggi mencapai 44,19% dibandingkan saat penanaman,” ujar Agape. “Harapannya, hasil pemantauan yang baik ini dapat membantu memulihkan ekosistem pesisir. Selain itu, ekosistem mangrove dapat menjadi upaya yang efektif dalam mitigasi perubahan iklim,” jelasnya lebih lanjut. 

Mangrove memiliki kemampuan luar biasa dalam menyimpan karbon, baik melalui biomassa maupun substratnya yang kaya akan bahan organik. Substrat mangrove yang bersifat anaerobik memungkinkan akumulasi karbon dalam jumlah besar dan bertahan dalam jangka waktu yang lama. 

Sebagian besar karbon tersebut tersimpan dalam lapisan sedimen, menjadikan mangrove sebagai salah satu komponen utama dalam ekosistem karbon biru. 

Dibandingkan dengan hutan daratan, mangrove mampu menyimpan karbon dalam jumlah yang lebih besar. Oleh karena itu, upaya konservasi mangrove sangat penting dan strategis dalam mendukung mitigasi perubahan iklim secara global. 

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00–11.00 WIB ini berjalan baik dan lancar yang diakhiri dengan sesi pendokumentasian hasil pemantauan untuk keperluan pelaporan dan evaluasi lebih lanjut. (ADM/ARH/AP).

No comments:

Post a Comment