Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang sedang gencar untuk dilaksanakan rehabilitasi dan konservasi. Hal ini disebabkan oleh fungsi vital ekosistem mangrove dalam menyerap dan menyimpan karbon dalam skala besar sehingga berkontribusi pada pengurangan dampak perubahan iklim dengan menghapus jejak emisi karbon di udara. Selain itu, ekosistem mangrove juga memiliki manfaat yang sangat besar bagi keberlangsungan hidup di wilayah pesisir.
Oleh karena itu, melalui Program Adopsi Mangrove, KeMANGI kembali melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa penanaman dan pemantauan bibit mangrove di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng).
Pada kegiatan ini, dukungan diberikan oleh pengadopsi mangrove yang berasal dari Belanda. Partisipasi tersebut menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat, termasuk dari tingkat internasional, terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan memitigasi perubahan iklim terus meningkat.
Pengadopsi asal Belanda yang ikut dalam Program Adopsi Mangrove untuk penebusan jejak emisi karbon di bumi adalah Delano Hilhorst, Fabrice Kaptijn, Julian Wiekamp, dan Sander Jansen yang mengadopsi masing-masing empat bibit berjenis Rhizophora mucronata dalam program Adopsi Mangrove Bulan Februari ini.
Dalam pelaksanaannya, KeMANGI diwakili oleh Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Fitriya A. Setyani (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Hikmah Rezki (Mahasiswa Magang), dan Resti Agus Triani (Mahasiswa Magang).
“Dalam kesempatan kali ini, saya mewakili KeMANGI melalui Program Adopsi Mangrove membantu untuk menanam dan memantau bibit mangrove yang dukungannya berasal dari empat pengadopsi asal Belanda dengan jumlah 16 bibit di SMC Jateng, Semarang ini,” kata Rena. “Upaya ini menjadi bagian dari pemulihan ekosistem mangrove untuk memitigasi perubahan iklim yang dampaknya semakin nyata ini. Upaya kecil yang kita laksanakan saat ini akan berdampak besar bagi bumi di masa depan,” tambahnya.
Melalui program Adopsi Mangrove ini, KeMANGI berharap dapat menjaga dan merehabilitasi pesisir di SMC Jateng, Semarang dan menghapus jejak emisi karbon di bumi dalam memitigasi perubahan iklim di bumi. Hasil penanaman Adopsi Mangrove juga menunjukkan hasil yang baik dari setiap pemantauan yang dilaksanakan setiap tiga bulan. Dengan ini, harapannya ekosistem mangrove dapat membantu dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
Kegiatan yang berlangsung tanggal 10 Februari 2026, mulai pukul 09.00–11.30 WIB ini berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan. (ADM/ARH/RS/AP).
No comments:
Post a Comment