5.3.26

Penanaman Mangrove Semarang: Rayakan Ulang Tahun Sahabat Terkasih dengan Tebus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Putri Nur Utami Pengadopsi Asal Boyolali Adopsi Lima Bibit Mangrove di SMC Jateng, Semarang

Semarang - KeMANGI. Program Adopsi Mangrove yang dilaksanakan oleh KeMANGI merupakan inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) yang bertujuan untuk mempermudah individu, lembaga, dan masyarakat dalam berkontribusi terhadap rehabilitasi ekosistem mangrove. Melalui program ini, pengadopsi dapat menanam dan memantau bibit mangrove tanpa perlu terlibat langsung di lapangan sehingga program ini cocok bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu atau akses. (13/2/2026).

Program Adopsi Mangrove sering dijadikan pilihan alternatif untuk merayakan momen spesial seperti ulang tahun, anniversary, dan sebagai hadiah untuk seseorang. Hal ini menjadi tren karena memberikan kesempatan untuk berkontribusi pada pelestarian lingkungan, sekaligus memberikan makna yang lebih mendalam. Selain itu, dengan mengadopsi pohon mangrove, penerima hadiah juga ikut serta dalam upaya konservasi alam dan mitigasi perubahan iklim. 

Sebanyak lima bibit mangrove berjenis Rhizophora mucronata telah diadopsi atas nama Putri Nur Utami, pengadopsi Asal Boyolali dalam rangka merayakan ulang tahun sahabat terkasih, yang diberikan oleh Fifi Febriyanti. 

Kegiatan Adopsi Mangrove dilakukan di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng). Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Fitriya A. Setyani (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) menyambut baik dan membantu melaksanakan kegiatan tersebut. 

“Selamat ulang tahun kak Putri Nur Utami, semoga diberikan umur yang panjang, kesehatan yang menyertai, dan kesuksesaan dalam karirnya. Program Adopsi Mangrove ini menjadi alternatif pemberian hadiah kepada orang terkasih maupun keluarga, hal ini menggabungkan rasa cinta dan upaya pelestarian lingkungan,” kata Rena. “Semoga bibit yang ditanam ini menjadi salah satu upaya yang dapat kita lakukan demi menjaga pesisir Indonesia yang lestari dan terjaga, sehingga masyarakat di sekitarnya dapat menerima manfaat yang ada dari lestarinya ekosistem pesisir” tambahnya. 

Selain itu, ekosistem mangrove menurut berbagai penelitian, dianggap sebagai salah satu ekosistem karbon biru, di mana ekosistem mangrove dapat menyimpan kandungan karbon yang cukup besar. Menurut penelitian juga, ekosistem mangrove dapat menyimpan tiga hingga lima kali lebih banyak karbon dibandingkan hutan hujan di daratan. 

Program Adopsi Mangrove ini juga menjadi upaya bersama dalam mengurangi dampak perubahan iklim yang sekarang dampaknya semakin terasa. Mangrove yang dapat tumbuh dengan baik ini, harapannya dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim dengan penebusan jejak emisi karbon di bumi. 

“Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih kepada pengadopsi yang telah berpartisipasi dalam Program Adopsi Mangrove. Harapannya bibit mangrove yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik serta sesuai dengan harapan kita bersama sebagai upaya mengurangi dampak perubahan iklim,” pungkasnya. 

Keseluruhan kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00–11.00 WIB ini berlangsung dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan. (ADM/ARH/RS/AP).

No comments:

Post a Comment