25.3.26

Penanaman Mangrove Semarang: Tebus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Empat Pengadopsi Mangrove Asal Belanda, Adopsi Bibit Mangrove di SMC Jateng, Semarang

Semarang - KeMANGI. Dalam rangka memfasilitasi masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam pelestarian dan rehabilitasi ekosistem mangrove di wilayah pesisir, KeMANGI kembali melaksanakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa penanaman dan pemantauan bibit mangrove di Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah. (4/3/2026). 

Program yang dijalankan adalah Adopsi Mangrove, yaitu inisiatif yang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk turut berkontribusi dalam menjaga ekosistem mangrove melalui kegiatan penanaman dan pemantauan bibit secara berkelanjutan. Melalui program ini, setiap pihak dapat berperan aktif dalam mendukung pemulihan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya mangrove bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat. 

Adopsi Mangrove kali ini datang dari masyarakat mancanegara yaitu Belanda. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya ekosistem pesisir, khususnya mangrove, semakin meluas hingga ke tingkat internasional. 

Sebagai negara dengan luas ekosistem mangrove terbesar di dunia, Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan mangrove. Partisipasi dari masyarakat global ini menjadi bukti bahwa manfaat mangrove baik dari sisi perlindungan pesisir, keanekaragaman hayati, serta mitigasi perubahan iklim telah diakui secara luas dan menjadi perhatian bersama lintas negara. 

Pengadopsi asal Belanda yang ikut serta dalam penebusan jejak emisi karbon di bumi adalah Yenthe van Hulten yang mengadopsi empat bibit mangrove, serta Mees Venderink, Anastasia Kotoudi, dan Maalke Jongepier yang mengadopsi masing-masing satu bibit berjenis Rhizophora mucronata

Dalam pelaksanaannya, KeMANGI diwakili oleh Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Rena Sagita (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan), Hikmah Rezki (Mahasiswa Magang), dan Resti Agus Triani (Mahasiswa Magang). 

“Pada Program Adopsi Mangrove bulan ini, kami membantu menanam dan memantaukan tujuh bibit mangrove dengan jenis Rhizophora mucronata dari pengadopsi Asal Belanda. Hal ini menandakan kesadaran global berkaitan dengan mitigasi perubahan iklim semakin meningkat,” kata Agape. “Ekosistem mangrove merupakan ekosistem penting yang mampu menyerap dan menyimpan emisi karbon di bumi. Di mana ekosistem mangrove mampu menyimpan karbon dalam jumlah yang cukup besar,” tambahnya. 

Melalui program ini, Tim KeMANGI berharap kelestarian ekosistem mangrove dapat terus terjaga melalui berbagai upaya rehabilitasi dan konservasi yang berkelanjutan. Program ini juga menjadi upaya bersama dalam mitigasi perubahan iklim yang dampaknya hingga hari ini sudah terasa. 

Selain itu, program ini juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi semua pihak untuk ikut berkontribusi dalam menjaga dan melestarikan ekosistem mangrove serta upaya mengurangi dampak perubahan iklim yang terjadi. 

Kegiatan yang berlangsung tanggal mulai pukul 08.00–11.30 WIB ini berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan. (ADM/ARH/ALA/AP).

No comments:

Post a Comment