4.3.26

Penanaman Mangrove Semarang: Tebus Jejak Emisi Karbon di Bumi, Wisnu Chotib Pranendhetta Pengadopsi Mangrove Asal Semarang Adopsi Empat Bibit Mangrove di SMC Jateng, Semarang

Semarang – KeMANGI. Melalui Program Adopsi Mangrove, KeMANGI kembali sukses melaksanakan kegiatan penanaman sekaligus pemantauan bibit mangrove di kawasan Semarang Mangrove Center (SMC), Jawa Tengah (Jateng). Program Adopsi Mangrove merupakan inisiatif yang memfasilitasi masyarakat atau pengadopsi untuk berpartisipasi dalam upaya rehabilitasi ekosistem pesisir melalui kegiatan penanaman dan pemantauan bibit mangrove secara berkelanjutan. (22/1/2026). 

Dengan program ini, para pengadopsi turut berkontribusi langsung dalam menjaga dan melestarikan lingkungan pesisir. Program Adopsi Mangrove kali ini, pengadopsi berasal dari Semarang atas nama Wisnu Chotib Pranendhetta yang mengadopsi empat bibit mangrove berjenis Rhizophora mucronata.

Program Adopsi Mangrove menjadi wadah bagi para pengadopsi untuk berkontribusi dalam menjaga dan melestarikan ekosistem pesisir tanpa harus terjun langsung ke lokasi. Melalui KeMANGI sebagai fasilitator, para pengadopsi yang memiliki keterbatasan jarak, tenaga, maupun waktu tetap dapat berpartisipasi dalam kegiatan penanaman dan pemantauan mangrove. Program ini juga menjadi salah satu bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) yang diinisiasi oleh KeMANGI dalam mendukung pelestarian lingkungan pesisir. 

Pada program Adopsi Mangrove kali ini KeMANGI diwakili oleh Agape L. Anthoni (Staf Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Anggoro D. B. Saputro (Staf Koordinator Operasional Media). 

“Terima kasih saya ucapkan kepada para pengadopsi yang telah mengamanahkan kegiatan pelestarian lingkungan ini kepada KeMANGI melalui Program Adopsi Mangrove,” kata Agape. “Pengadopsi hari ini atas nama Wisnu Chotib Pranendhetta asal Semarang yang mengadopsi sejumlah empat bibit di SMC Jateng Semarang. Semoga semakin sukses dan mangrove yang ditanam menjadi menuai kebaikan dan manfaat ke depannya,” tambahnya. 

Agape juga menyampaikan bahwa semakin banyak individu maupun lembaga yang terlibat dalam kegiatan pelestarian ekosistem mangrove, maka keberadaan mangrove di Indonesia akan semakin terjaga dan lestari. Hal ini menjadi penting mengingat Indonesia memiliki ekosistem mangrove terluas di dunia, yang mencapai sekitar 23% dari total luas mangrove global. Selain itu, berbagai manfaat besar yang dimiliki mangrove bagi lingkungan menjadikan ekosistem ini sangat penting untuk terus dilindungi dan dilestarikan. 

Saat ini, melalui program Adopsi Mangrove yang diinisiasi oleh KeMANGI, bibit mangrove yang berhasil tumbuh sudah mencapai ribuan bibit sehingga dapat ikut serta dalam berkontribusi mengembalikan ekosistem mangrove SMC Jateng, Semarang dan menghapus jejak emisi karbon di bumi. 

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00–11.00 WIB ini berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan. (ADM/ARH/ALA/AP).

No comments:

Post a Comment