Dunia global hingga hari ini mengupayakan untuk memitigasi perubahan iklim melalui upaya penanganan perubahan iklim secara global, mempercepat langkah-langkah konkret menghadapi krisis iklim, dan membahas pendanaan iklim, realisasi komitmen, dan peran teknologi termasuk model pertanian dan adaptasi pertanian tahan iklim.
Hal tersebut, dibahas dalam pertemuan negara-negara di dunia pada setiap Conference of the Parties (COP) yang diadakan setiap tahunnya. Dari hal tersebut, masyarakat global mulai berupaya juga mengurangi jejak emisi karbon melalui berbagai kegiatan, salah satunya melaksanakan penanaman dan reboisasi.
Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang sedang gencar untuk dilaksanakan rehabilitasi dan konservasi. Hal ini disebabkan oleh fungsi vital ekosistem mangrove dalam menyerap dan menyimpan karbon dalam skala besar sehingga berkontribusi pada pengurangan dampak perubahan iklim dengan mengurangi jejak emisi karbon di udara.
Pengadopsi yang ikut dalam gerakan rehabilitasi dan konservasi ekosistem mangrove dan pengurangan jejak emisi karbon di bumi adalah Puck & Jeroen, Pleun & Martijn, Niels & Ghylaine, Maarten & Rossella, Johan & Fieke, Bob & Selma, Holger Olofsen, Koen Spaander & Lisa Schouten, Reijer Dahmen, dan Eva Mos yang mengadopsi masing-masing empat bibit, serta Nicky van Dijk dan Siebe Visser yang mengadopsi satu bibit, yang semuanya berjenis Rhizophora mucronata dalam program Adopsi Mangrove Bulan November ini.
KeMANGI diwakili oleh Bambang J. Laksono (Staf Koordinator Hubungan Masyarakat dan Lapangan) dan Anggoro D. B. Saputro (Staf Koordinator Operasional Media) yang menyambut baik kegiatan Adopsi Mangrove di bulan November ini.
“Pada bulan November 2025 ini, kami membantu menanaman dan memantaukan 42 bibit mangrove berjenis Rhizophora mucronata pada program Adopsi Mangrove dari pengadopsi asal Belanda yang berjumlah 19 orang,” kata Yuzra. “Hal ini menandakan bahwa kepedulian dunia global terhadap perubahan iklim sudah sangat tinggi. Harapannya masyarakat indonesia juga dapat menjaga kelestarian hutan mangrove di Indonesia yang memiliki luasan terbesar di dunia,” tambahnya.
Melalui program Adopsi Mangrove ini, KeMANGI berharap dapat menjaga dan merehabilitasi pesisir di SMC Jateng, Semarang dan mengurangi jejak emisi karbon dalam upaya mitigasi perubahan iklim di bumi. Hasil penanaman Adopsi Mangrove juga menunjukkan hasil yang baik dari setiap pemantauam yang dilaksanakan setiap tiga bulan. Dengan ini, harapannya ekosistem mangrove dapat membantu dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
Kegiatan yang berlangsung tanggal 30 November 2025, mulai pukul 11.00–12.30 WIB ini berjalan dengan baik dan lancar yang ditutup dengan pendokumentasian kegiatan untuk pelaporan. (ADM/ARH/BJL/YN/AP).
No comments:
Post a Comment